Pengalaman Mengikuti Seminar: Refreshment Pengelolaan Kas Titipan Bank Indonesia di Baturaja

Seminar Refreshment Pengelolaan Kas Titipan Bank Indonesia di Baturaja

Pada tanggal 3 Agustus 2024, saya berkesempatan mengikuti seminar bertajuk “Refreshment Ketentuan Pengelolaan Kas Titipan kepada Bank Pengelola dan Bank Peserta di Kas Titipan Baturaja” yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Seminar ini dilaksanakan di Hotel Zuri Baturaja dan diikuti oleh peserta dari berbagai bank yang terlibat langsung dalam pengelolaan kas titipan BI.

Kesempatan mengikuti seminar ini saya peroleh karena BRI Branch Office Baturaja, tempat saya bekerja, merupakan bank pengelola kas titipan Bank Indonesia. Bagi saya pribadi, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momen pembelajaran yang sangat relevan dengan pekerjaan sehari-hari.

Seminar Refreshment Pengelolaan Kas Titipan Bank Indonesia di Baturaja
Dokumentasi kegiatan Seminar Refreshment Pengelolaan Kas Titipan Bank Indonesia di Baturaja.

Peran Saya sebagai Teller Khusus Transaksi BI

Di kantor, saya bertugas sebagai teller khusus transaksi Bank Indonesia. Lingkup pekerjaan yang saya tangani meliputi dropping uang dari BI, permintaan tambahan kas dari bank lain seperti Mandiri, BNI, BTPN, dan bank peserta lainnya, serta penerimaan setoran Uang Tidak Layak Edar (UTLE) dari bank-bank tersebut untuk kemudian disetorkan kembali ke Bank Indonesia.

Sebagai teller yang sehari-hari berhadapan langsung dengan transaksi kas BI, mengikuti seminar ini membuat saya merasa lebih percaya diri. Banyak prosedur kerja yang sebelumnya saya jalani secara teknis, kini menjadi lebih saya pahami latar belakang ketentuan dan tujuannya.

Materi Seminar: Ketentuan Pengelolaan Kas Titipan dan CBP Rupiah

Seminar Refreshment Pengelolaan Kas Titipan Bank Indonesia di Baturaja

Seminar ini diisi oleh tim dan pejabat terkait dari Bank Indonesia yang membidangi pengelolaan kas titipan dan uang kartal. Materi utama yang disampaikan berfokus pada ketentuan pengelolaan kas titipan, khususnya mengenai do’s and don’ts yang wajib dipatuhi oleh bank pengelola maupun bank peserta. Penjelasan disampaikan secara sistematis dan disertai contoh kasus, sehingga peserta dapat memahami penerapan ketentuan tersebut secara lebih konkret dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Selain itu, seminar ini juga mengangkat slogan Bank Indonesia, yaitu Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah). Pada sesi ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya memperlakukan uang rupiah dengan benar, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi nilai dan maknanya sebagai simbol kedaulatan negara. Materi ini mengingatkan bahwa setiap insan perbankan memiliki peran dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rupiah.

Kami juga mempelajari cara mengidentifikasi uang yang masih layak edar dan tidak layak edar, mulai dari persentase kerusakan fisik uang, kondisi tertentu yang masih diperbolehkan untuk diedarkan, hingga ketentuan terkait uang yang telah ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia, seperti contoh uang koin Rp500 berwarna kuning. Pembahasan ini terasa sangat aplikatif karena sering ditemui langsung dalam aktivitas operasional perbankan, khususnya saat menerima dan memeriksa setoran uang dari bank lain.

Kuis Interaktif dan Pengalaman Berkesan

Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan kuis interaktif menggunakan Kahoot. Seluruh pertanyaan kuis berasal dari materi yang telah dibahas sebelumnya. Peserta seminar berjumlah sekitar 50 orang, terdiri dari petugas Kas Titipan BI, AMOL, Supervisor, DJS, Customer Service, dan teller dari bank pengelola, serta Supervisor, CS, dan teller perwakilan dari masing-masing bank peserta.

Suasana kuis berlangsung seru dan kompetitif. Saya bersyukur dapat meraih peringkat 3 dan memperoleh hadiah berupa lunch box. Sempat ada rasa ingin meraih peringkat pertama, karena hadiah utamanya adalah rupiah bersambung (uncut banknotes) berupa dua lembar uang pecahan Rp5.000 yang masih utuh, lengkap dengan sertifikat keaslian yang ditandatangani langsung oleh Direktur Bank Indonesia. Walaupun belum berkesempatan mendapatkannya, saya tetap senang karena sempat meminjam uang tersebut untuk berfoto sebagai kenang-kenangan.

Seminar Kit yang Didapat

Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman, peserta juga memperoleh seminar kit yang dikemas dalam sebuah kotak merchandise. Isi seminar kit tersebut terdiri dari:

  • tumbler,
  • buku catatan,
  • dan pulpen.

Setiap merchandise dilengkapi dengan ukiran bertuliskan “Bank Indonesia”, sehingga terlihat eksklusif dan profesional. Jika dilihat dari kualitas dan fungsinya, konsep paket seminar kit seperti ini memang mampu menunjang kenyamanan peserta sekaligus memberikan kesan positif terhadap penyelenggaraan acara.

Refleksi Pribadi

Mengikuti seminar ini memberikan saya pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengelolaan kas titipan dan uang kartal, terutama dalam konteks pekerjaan saya sebagai teller khusus transaksi BI. Sepulang dari seminar, saya menjadi lebih teliti dan berhati-hati, khususnya saat menerima setoran UTLE dari bank lain serta memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Lebih dari sekadar menambah pengetahuan, seminar ini juga memperkuat kesadaran saya bahwa peran teller tidak hanya sebatas melakukan transaksi di balik counter. Ada tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas uang rupiah yang beredar di masyarakat. Melalui pemahaman CBP Rupiah, saya merasa lebih bangga dan bertanggung jawab sebagai bagian dari sistem perbankan yang turut menjaga kepercayaan publik terhadap mata uang negara.

Secara keseluruhan, seminar ini menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat, baik secara profesional maupun pribadi. Ilmu, pengalaman, serta refleksi yang saya peroleh diharapkan dapat terus saya terapkan dalam pekerjaan sehari-hari ke depannya.


Satu tanggapan untuk “Pengalaman Mengikuti Seminar: Refreshment Pengelolaan Kas Titipan Bank Indonesia di Baturaja”

  1. Persamaan Akuntansi – Pandai Akuntansi dan Pajak Avatar

    […] akuntansi adalah dasar pencatatan transaksi keuangan suatu perusahaan, termasuk dalam pengelolaan kas di sektor perbankan. Persamaan akuntansi, disebut juga persamaan neraca. Yaitu hubungan antara aset, kewajiban, dan […]

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Persamaan Akuntansi – Pandai Akuntansi dan Pajak Batalkan balasan